Senin, 07 Maret 2011

Juru Kunci di Balik Daya Pikat Michelle Obama

Ia memiliki tim khusus yang bekerja menjaga penampilan tetap prima tanpa mahal.

Selama beberapa tahun terakhir, Michelle Obama telah menghasilkan pemasukan sekitar US$2,7 miliar untuk industri fashion Amerika Serikat lewat gaya berbusananya. Sang ibu negara memang selalu tampil sempurna dalam berbusana sejak awal kampanye hingga sang suami menjadi presiden.

Wanita yang mendapat julukan 'Mobama' ini ternyata sudah memiliki tim khusus untuk mengurusi penampilannya sejak awal kampanye suaminya. Tim ini bukan terdiri para penata gaya karpet merah, tetapi semua berasal dari akar Chicago. Mereka bekerja sama untuk menciptakan gaya unik dan khas bagi Michelle.

"Gayanya tidak berubah sejak dia masuk ke Gedung Putih. Ia masih mengenakan busana dari berbagai label fashion, gaun bunga, dan belt seperti saat kampanye," kata Kate Betts, penulis buku 'Everyday Icon: Michelle Obama and the Power of Style', seperti dikutip dari Shine.
Anda pasti penasaran siapa orang di balik gaya memikat Michelle Obama. Lima orang berikut adalah yang bertanggung jawab atas penampilan Michelle dari ujung rambut hingga ujung kaki.

1. Penasehat Busana: Ikram GoldmanWanita ini memang tidak pernah secara resmi mengungkapkan kalau dirinya adalah penasihat busana Michelle. Tetapim sejak Michelle masuk ke gedung putih, pengaruh dan perannya tak terbantahkan.

Michelle pertama kali bertemu Ikram di butiknya di Chicago jauh sebelum sang suami mengikuti kampanye presiden. Dengan reputasi butik Ikram yang menampilkan seleksi unik busana, Michelle merasa memiliki semangat yang sama dengannya.

"Ikram mengatur tampilan yang diinginkan Michelle untuk membentuk pencitraan di Gedung Putih. Ia juga ingin merefleksikan moto kampanye suaminya dalam wajah yang baru dan pada semua generasi muda lewat busananya," kata Betts.

Sebagai pemilik butik Ikram memang selama ini memfasilitasi para desainer kecil. Ia tak segan memasukkan karya para desainer yang tidak begitu terkenal ke dalam koleksi busana di butiknya. 

2. Penasehat Belanja: Meredith KoopPada usia 29 tahun, Koop memiliki pekerjaan yang sangat berpengaruh dalam dunia fashion. Ia sebelumnya adalah sisten pribadi Michelle. Tetapi baru-baru ini Gedung Putih menegaskan kalau peran Koop termasuk soal pakaian, mengatur pembelian, termasuk mempertimbangkan harga terbaik yang ditawarkan dan membeli dengan harga diskon ketika diskon tersedia.

Lulusan Vanderbilt University ini, sebelumnya bekerja di butik milik Ikram di Chicago. Setelah pemilu, ia dikirim oleh atasannya ke Washington untuk memenuhi kebutuhan fashion sang First Lady.

3. Penata rambut: Johnny WrightJohnny Wright bertemu Michelle ketika ia disewa untuk pemotretan yang dilakukan dengan majalah Essence pada 2007. Mereka lalu memiliki semacam 'koneksi instan'. Wright pun langsung mendapat tugas untuk menata rambut Michelle untuk acara pidato besarnya dalam Democratic National Convention.

Ketika Michelle masuk Gedung Putih, Wright diminta untuk bergabung. Sejak itu ia menjadi semacam penata rambut resmi Michelle dan terkenal dengan metoda tatanan tuck-up. Yaitu menata rambut Michelle dengan cara dilipat, sehingga rambut terlihat seperti dipotong.

4. Penata rias: Ingrid Grimes-MylesSebagai First Lady, ibu dua putri, yang berkeliling dunia dalam waktu singkat, melakukan kampanye, dan melakukan pidato di depan publik pagi hari, wajah Michelle tetap harus terlihat segar. Tugas ini dijalankan dengan sangat baik oleh penata rias andala asal Chicago, Ingrid Grimes-Myles.

"Penampilan Nyonya Obama di media makin sering dari tahun ke tahun. Ia diharapkan tampil segar setiap saat. Jadi saya mengembangkan suatu sistem yang disebut 'Ms Ingrid's Fabulous 10 Minute Face'," kata Grimes seperti dikutip dari Elle.com.

Metode ini adalah campuran bubuk wajah, bentuk alis dan dua warna lisptik. Penata rias berusia 51 tahun itu, juga dikenal sangat andal dalam membuat garis alis Michelle menjadi terlihat lebih lembut.

5. Pelatih olahraga: Cornell McClellanBentuk tangan Michelle yang seksi sukses membuat sirik banyak wanita. Hal itu tentu bukan tanpa usaha. Ia berlatih olahraga di bawah arahan Cornell McLellan, yang juga memiliki tugas sebagai pelatih pribadi Barack Obama.

Setiap minggu McClellan menghabiskan dua hingga empat kali untuk melatih pasangan Obama. Latihan rutin Michelle antara lain kardio intensif, gerakan menekuk lutut dan menekan bangku serta kickboxing. Tapi latihan penting yang membentuk lengan Michelle adalah yang disebut McClellan dengan 'superset pembentukan lengan'.


Tibi/Vivanews

Demi Hamil, Nekat Berburu Sperma via Google

Ingin hamil tanpa bercinta, tapi tak sanggup membayar biaya inseminasi dari bank sperma.

Ann Spalding (the sun)
Ann Spalding sangat mendambakan keturunan dari rahimnya. Sayang, ia belum menemukan pendamping hidup yang tepat. Ia pun memutar otak agar bisa hamil, tanpa harus mengeluarkan biaya inseminasi dari donor bank sperma yang mencapai £3.000 atau Rp43 juta.

Dengan niat hamil yang menggebu, ia lalu membuat iklan online untuk mencari pria yang bersedia menjadi pendonor sperma. “Saya merindukan bayi tapi tidak ingin menunggu pria yang tepat, jadi saya pakai Google mencari donor sperma,” kata Ann seperti dikutip dari The Sun.

Dari pencarian di Google, ia menemukan sejumlah komunitas yang mempertemukan pendonor dan pencari sperma. Dalam sejumlah iklannya, ia memperkenalkan diri sebagai seorang wanita lajang yang membutuhkan donor sperma agar bisa hamil sebelum menginjak usia 30 tahun. "Saya tidak pakai foto," ujar wanita asal Inggris ini.

Hanya beberapa hari beriklan, ia menerima lima tawaran pendonor sperma lengkap dengan identitas dan foto. Namun, dua di antaranya menginginkan hubungan badan sebagai imbalan. Dari tiga yang tersisa, Ann lalu memilih satu, seorang teknisi komputer usia 30 tahun, bernama Jason.

Pria itu kemudian menunjukan dokumen dari sebuah klinik yang membuktikan kalau dirinya telah melakukan tes bebas penyakit menular seksual dan penyakit lainnya. "Dia terlihat yang paling sopan," ujar Ann. "Ia pernah menyumbangkan sperma sebelumnya karena ingin membantu wanita memiliki bayi."

Ann kemudian mengatur pertemuan dengan pria itu di hotel. Sesaat setelah pertemuan, sang pria segera ke kamar mandi untuk memasukkan sperma ke sebuah wadah khusus. Setelah pria pergi, Ann yang sedang berada di masa subur segera menyuntikkannya ke dalam rahimnya.

Namun, cara itu gagal. Ann tak kunjung hamil pada bulan berikutnya. Mendengar keluhan Ann, pria itu bersedia mengatur pertemuan kedua. Ann yang mulai melihat ketulusan Jason akhirnya memutuskan melakukan inseminasi alami. Ia bersedia berhubungan badan sekali untuk memasukkan sperma.

Cara kedua ternyata berhasil. Ann hamil. "Saya sangat bahagia bisa berhasil. Saya tidak tahu apakah itu karena berhubungan dengan seks alami yang membuat semuanya berbeda." ujarnya.

Ann lalu mengirimkan email kepada Jason untuk memberitahu kabar baik itu. Ia juga berjanji memberi tahu Jason ketika melahirkan nanti. "Tapi, saya ingin Jason menandatangani kontrak yang menyatakan ia tidak punya hak atas Holly," kata Ann yang berniat menamai buah hatinya Holly.

Ann sebenarnya sudah memiliki satu anak bernama Keirra, hasil pernikahannya dengan seorang pria. Namun, pernikahan kandas saat usia kandungan Keirra masih dua bulan. "Saat ini saya benar-benar menikmati menjadi seorang ibu. Saya harus melihat Holly untuk memastikan bahwa saya tidak pernah menyesal melakukan ini.”



Tibi/Vivanews

Sakit Langka, Wajah Gadis Ini Bak Serigala

Hampir seluruh permukaan punggung wajahnya tertutup rambut tebal, kecuali mata dan mulut.
Supatra Sauphan (the sun)

 Supatra Sasuphan sudah kebal dengan sapaan 'wajah monyet' atau 'gadis serigala'. Gadis 11 tahun asal Thailand ini tak lagi hirau dengan rambut lebat yang menutupi hampir seluruh permukaan wajahnya, kecuali mata dan area mulut.

Ia tampak sudah berdamai dengan pertumbuhan rambut liar yang juga merayapi permukaan punggungnya. "Saya sudah terbiasa dengan kondisi ini. Saya sepertinya tidak lagi merasakan keberadaan rambut-rambut tersebut," ujarnya kepada Britain's Daily Mail, seperti dikutip dari laman NY Daily News.
Kepercayaan dirinya malah meningkat seiring popularitas. Apalagi, setelah Guinness World Record mencatat namanya sebagai gadis pemilik rambut terbanyak di dunia, 2010. Predikat ini sukses menghapus ejekan orang di sekelilingnya. "Sekarang tidak ada lagi yang memanggil saya dengan muka monyet," ujarnya.

Dad Sammrueng, sang ayah, mengatakan bahwa putri mengalami kelainan itu sejak lahir. Dunia medis menyebutnya dengan sindroma Ambras, berupa penyakit bawaan akibat mutasi kromosom. Sebuah artikel di National Naval Center menyebut, sindroma ini menimpa kurang dari 50 orang di dunia.

Sindroma langka itu membuat Supatra kesulitan bernapas saat lahir. Ia harus menjalani dua kali operasi untuk membantunya bernapas. "Lubang hidungnya hanya satu milimeter. Dia berada di dalam inkubator selama tiga bulan dan menjalani operasi pembesaran lubang hidung menjadi satu setengah milimeter," ujar Dad.

Terlepas dari masalah psikologis, pertumbuhan rambut liar juga menimbulkan gangguan penglihatan. "Terkadang, saya sulit melihat jika rambut saya terlalu panjang," ujarnya.

Sudah beragam metode penghilang bulu ia coba, termasuk penggunaan laser. Namun, tak ada yang membuahkan hasil. Pertumbuhan rambut di tubuhnya tetap tak terkendali. Ia harus menerima kenyataan bahwa dokter belum berhasil menemukan penawar sindroma tersebut.

Berhasil melewati masa kritis di awal kehidupannya, Supatra tumbuh sehat. Dia sangat menyukai menari, menonton kartun, dan mendengarkan musik. Dia juga memiliki cita-cita yang tidak kalah dari anak sebayanya.
"Saya ingin menjadi dokter sehingga saya bisa menolong pasien ketika mereka terluka," ujarnya. "Saya harap suatu hari saya dapat disembuhkan."


Tibi/Vivanews

30 Tahun Menikah Belum Lihat Wajah Istri

Ini akibat tradisi yang mengharamkan wanita memperlihatkan wajah dan tubuhnya.
ilustrasi wanita mengenakan cadar (daily mail)

Pernikahan itu terjalin selama tiga dekade. Anehnya, sang suami sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya. Hanya mata yang bisa dipandang selama hidup bersama.

Sepanjang hidupnya, sang istri selalu mengenakan burka, busana tertutup bagi wanita muslim yang hanya memperlihatkan area mata. Bahkan, tidur pun mengenakan busana itu.

Selama 30 tahun menjalani pernikahan tanpa melihat wajah istri ternyata tak mengubur rasa penasaran sang suami. Diam-diam, pria ini nekat menyingkap cadar di wajah istrinya yang tengah lelap tertidur.

Hanya, jawaban atas rasa penasarannya itu harus dibayar 'mahal' dengan gugatan cerai sang istri, 2008 silam. Sang istri yang sudah berusia 50-an tahun merasa dikhianati. Ia bulat menghendaki perceraian, meski suami sudah berulang kali meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Setelah sekian tahun, dia (suami) mencoba melanggar komitmen, ini sudah kesalahan besar," kata sang istri kepada koran setempat, Al-Riyadh, seperti dikutip dari laman Daily Mail. 

Apa yang dilakukan wanita itu merupakan bentuk kepatuhan terhadap tradisi yang tumbuh subur di kampungnya, tak jauh dari Khamis Mushayt, wilayah barat daya Arab Saudi. Bukan ajaran Islam, namun tradisi ini tumbuh subur di sejumlah kawasan terpencil di beberapa negara Teluk.

Itu pun bukan satu-satunya kasus. Seorang pria bernama Ali al-Qahtani juga menerima ancaman cerai ketika mencoba membuka cadar istrinya setelah 10 tahun pernikahan. Beruntung ia dimaafkan setelah berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

Sementara Hassan Al-Atibi mengancam akan menikah lagi jika istrinya tak bersedia membuka cadar. Bukannya terancam, sang istri malah mencarikan wanita yang tak menganut tradisi itu untuk dijadikan istri kedua. Merelakan suaminya poligami agaknya lebih baik daripada menunjukkan wajahnya ke suami.

Om Rabea al-Gahdaray, 70, salah satu wanita yang menjalani tradisi ini mengatakan bahwa suami tidak boleh melanggar komitmen yang telah disepakati sebelum pernikahan. Suami tak boleh mengubah tradisi yang telah terbangun sejak zaman lelulur mereka.

Saat ditanya bagaimana bisa memiliki anak tanpa mengizinkan suami melihat wajah dan tubuhnya, al-Gahdaray menjawab, "Pernikahan itu tentang cinta, bukan wajah."

Tibi/Vivanews