Tunisia kembali ricuh, kali ini disebabkan karena adanya bentrokan antara pihak keamanan Tunisia dengan pengunjuk rasa. Untuk menghalau aksi para pengunjuk rasa, para polisi tersebut meggunakan gas air mata.
Polisi dilaporkan menembaki para pengunjuk rasa dengan tembakan gas air mata saat protes yang berlangsung hari ini. Para pengunjuk rasa juga menentang aturan keadaan darurat yang ditetapkan pemerintah. Demikian diberitakan Press TV, Senin (24/1/2011).
Dalam tuntutannya pengunjuk rasa meminta pemerintahan sekarang untuk membubarkan kabinet dan menuntut Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Mereka memberikan batas waktu kepada Ghannouchi selama enam bulan dan mendesaknya untuk mundur dari karir politik di Tunisia selamanya.
Senin, 24 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 comments:
Posting Komentar