Senin, 24 Januari 2011

Lagi, Bentrokan Terjadi di Tunisia

Tunisia kembali ricuh, kali ini disebabkan karena adanya bentrokan antara pihak keamanan Tunisia dengan pengunjuk rasa. Untuk menghalau aksi para pengunjuk rasa, para polisi tersebut meggunakan gas air mata.

Polisi dilaporkan menembaki para pengunjuk rasa dengan tembakan gas air mata saat protes yang berlangsung hari ini. Para pengunjuk rasa juga menentang aturan keadaan darurat yang ditetapkan pemerintah. Demikian diberitakan Press TV, Senin (24/1/2011).
Dalam tuntutannya pengunjuk rasa meminta pemerintahan sekarang untuk membubarkan kabinet dan menuntut Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Mereka memberikan batas waktu kepada Ghannouchi selama enam bulan dan mendesaknya untuk mundur dari karir politik di Tunisia selamanya.

Siswi SMP Dilacurkan Via Facebook

Penyelidikan polisi menyimpulkan korban praktek penjualan siswi SMP melalui Facebook untuk sementara mencapai tujuh orang. Umur korban berkisar antara 13-16 tahun, semuanya siswi SMP. Mereka adalah KKS (15), AC (15), WI (13), ZV (15), CK (16), NA (16) dan ASP (15). 


“Sejauh ini baru tujuh korban. Kami masih terus mengembangkan, apakah ini merupakan jaringan atau bukan,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Toni Surya Saputra.
Toni menyatakan, berdasarkan pengakuan DD, tersangka, seluruh korban pernah dipasarkan melalui situs jejaring sosial Facebook, namun sebagian mendapat pelanggan dengan cara lain.
Bisnis perdagangan anak yang dilakukan DD terhadap anak di bawah umur ini sudah berlangsung selama dua tahun.

Jumat, 21 Januari 2011

Tertipu Suami Berkelamin Wanita

Sudah tinggal serumah sejak menikah setahun lalu, wanita asal India, Minati Khatua, 26 tahun, baru tahu jenis kelamin asli suaminya yang bernama Sitakant Routray. Ternyata Sitakant juga seorang wanita.
Awalnya, Khatua dan keluarganya tidak punya kecurigaan apa-apa saat dinikahi Sitakant. Apalagi, mas kawin yang diserahkan Sitakant tergolong mewah menurut adat India, yakni terdiri dari sebuah mobil Indica, ornamen emas, dan uang lebih dari £ 350 (sekitar US$ 575) tunai.
"Dia membuat orang di keluarga saya terkesan hingga mereka setuju pada pernikahan kami," kata Khatua.
Lazimnya suami istri, begitu menikah, mereka pun tinggal serumah. Kehidupan sosial mereka pun normal. Tapi, ada satu hal yang menjadi pikiran Khatua, yaitu Sitakant selalu menghindari kontak fisik seperti layaknya hubungan suami istri.
Awalnya, dia mencoba memahami, apalagi suaminya beralasan sedang menjalani sumpah agama untuk menghindari hubungan suami istri. Tapi, lama kelamaan, Khatua menjadi curiga.
"Saya mulai curiga padanya dan saya berusaha keras untuk mencari tahu dan mengkonfirmasi jenis kelamin, tapi gagal berulang kali. Suatu hari aku berhasil memaksa membuka pintu kamar mandi ketika dia sedang mandi. Dan ketakutan terburuk saya menjadi kenyataan. Dia adalah seorang wanita,” kata Khatua.
Setelah ketahuan, mempelai pria palsu itu melarikan diri. Dia kabur membawa mobil jip yang dibeli dengan uang pinjaman atas nama Khatua.
Khatua mengaku sangat terkejut dan kecewa. Kasus ini kemudian ditangani kepolisian. Polisi setempat saat ini tengah menyelidikinya.